Untuk Apa Kita Ada Disini?

Untuk apa kita ada disini?

Berdiam, meresapi kata-kata, mencoba membaca makna. Sembari menelanjangi keadaan yang membuat kita jatuh di atas kain kasar ini. Sedari pagi.

Membiarkan udara musim dingin menusuk. Oksigen segar minim polusi berputar berulang-ulang keluar masuk rongga-rongga tubuh melalui paru-paru.

 

Kenapa kita ada disini?

Mencoba mengenal berbagai hal saru. Mencoba memahami perbedaan. Lalu mencoba berjuang untuk meenjadi beda. Memilih, menjalani, mengamini, dan membiarkan beda yang tak biasa merasuk.

 

Untuk apa kita ada disini?

Bangun setiap pagi, menghadapi kejenuhan setiap hari. Bertemu manusia-manusia bertopeng senyum yang pilu setiap saat. Mencoba saling membela namun kita pun mengerang ingin dibela.

 

Apa yang aku lakukan disini?

 

Kenapa aku tetap memilih berada disini?

Apa yang menahanku dari menjadi asing di tempat yang indah. Jauh dari kebisingan. Jauh dari celotehan dangkal yang dengan mudahnya menghakimi bentuk dari perjalanan selama bertahun-tahun. Apa yang membuatku tidak lekas pergi untuk berkehidupan yang layak. Selayaknya manusia.

Manusia yang terbangun dengan penuh ucap syukur. Bergerak dengan penuh rasa suka dan kerelaan. Menuia untuk menanam, menanam untuk memetik, memetik untuk memberi nafas baru bagi perjalanan biologis yang menjadi roda menghadapi pelajaran-pelajaran baru.

 

Untuk apa kita disini?

Membenci satu bentuk sistem kehidupan tapi juga berkecimpung di dalamnya. Mendustai sebentuk kertas bertuliskan angka yang penuh kebencian, tapi juga masih menggantungkan keberlangsungan hidup padanya di setiap siklus bulan terakhir.

 

Apa yang sebenarnya kita lakukan disini?

Kenapa kita dipilih untuk berada disini?

Apa yang harus kita tuju?

 

Hanya lahir, menjadi tua, dan mati?

 

Apa yang harus kita lakukan untuk menunggu berhentinya roda biologis yang bersemayam di tubuh kita?

Inikah?

 

Haruskah kita semua menempuh jalan yang sama?

 

Semua hanya tanda tanya.

Jawab enggan datang dalam waktu singkat.

Biarlah. Mengendap. Menjadi kerak di dasar jiwa. Yang nantinya akan selalu menjadi pengingat. Bahwa kita ada disini dengan satu tanda tanya besar.

 

Jadi, untuk apa kamu ada disni?

One thought on “Untuk Apa Kita Ada Disini?

  1. hello!,I love your writing so a lot! proportion we keep up a correspondence extra approximately your post on AOL? I need a specialist in this house to unravel my problem. May be that’s you! Having a look ahead to look you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *