Pergelutan Dan

Pergelutan Dan

Hingga SMA, saya punya keyakinan. Bahwa ‘dan’ diantara ‘koma’ harus memakai ‘koma’.

Seperti:
“Dia melihat panda, makan es krim, dan mandi gula.”

Kemudian keyakinan saya berubah saat duduk di bangku kuliah, entah karena apa. Bahwa ‘dan’ diantara ‘koma’ tidak boleh memiliki ‘koma’ sebagai penghalang.

Seperti:
“Dia melihat panda, makan es krim dan mandi gula.”

Lalu kemarin. ‘Dan’ bersama ‘koma’ terus datang bermunculan di hadapan mata saya. Sehingga saya kembali mencari jati diri dari ‘dan’ dan ‘koma’.

Saya terhenyak ketika menemukan bahwa keyakinan masa SMA saya lah yang nyata. Sementara perubahan keyakinan pada saat saya menjadi mahasiswa lugu adalah sesat.

Bagaimana saya bisa tersesat? Bagaimana mungkin keyakinan saya yang telah berada di jalan yang benar berubah? Bagaimana bisa? Kenapa?

Alih-alih terus melempar tanya dan jiwa gemetaran karena tidak mendapatkan jawaban, akhirnya saya berusaha menerima apa yang disuguhkan kehidupan pada saya.

Baiklah. Meski hingga umur sekian pun, akan selalu ada pelajaran yang akan hinggap di hidup saya. Dan saya akan berlapang dada, tidak akan ada perkara salah dan benar. Hanya akan ada perjalanan menempa diri lebih baik lagi.

 

 

Singapura, 30 Mei 2018

One thought on “Pergelutan Dan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *