Monolog Dini Hari

Monolog Dini Hari

Bulan, kamu tahu isi kepalaku lebih dari siapapun.

Tentang gelisah hingga ketidakberdayaan. Juga keraguan hingga ketiadaan.

Tidak. Tidak! Jangan pernah kamu menerka isi hatiku. Karena dia akan tetap kelu, malu dikenal dunia. Meski permukaan laut penuh riak dan hantaman ombak, tapi cahayamu tidak pernah berhasil menembus kedalaman menuju dasarnya, bukan?

Bulan, aku lelah berpura-pura.

Bolehkah aku melontarkannya sekarang?

Aku takut. Akan ketidaktahuan. Ketidakpahaman. Aku enggan menjadi berani.

Tolong, Bulan. Jangan hilang.

Aku ingin diberi petunjuk.

Aku bosan dengan kesamaran. Dan terlalu malas untuk membuka lembar kunci jawaban.

Ah, sudahlah, Bulan. Aku tahu kamu akan pergi lagi. Karena Sang Surya akan selalu ingin kembali menyeruak di muka Bumi.

Maka berakhirlah sudah kesemuan ini.

 

 

Rafless Marina, Singapore

31 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *