Hai, Nak.

Hai, Nak.

Bandung, 8 Februari 2020

Hai, Nak. Ini Bubu.. 😊

Seperti yang Bubu bilang semalam. Pagi ini Bubu mau ikut acara untuk membekali Bubu dengan ilmu agar bisa jadi orang tua yang baik.

Seperti arti nama panggilanmu, anak baik, Agy seperti paham dengan baik. Pagi-pagi Agy hanya minta nenen lalu tertidur pulas lagi. Agy memberikan Bubu waktu yang cukup, Bubu sempat memasak ramen, mandi, lalu siap-siap, sampai Bubu mau berangkat kamu tetap tertidur tenang.

Acaranya seru, Nak. Banyak pengetahuan baru yang Bubu dapatkan.

Jam 1 siang Bubu pulang. Baru saja kamu minum ASIP bareng Nindung. Baru saja terlelap. Tapi mendengar suara Bubu, Kamu langsung membuka mata. Tanpa suara. Tenang. Akhirnya kita kangen-kangenan. ❤️ Dari situlah. Agy bertingkah yang menurut Bubu membingungkan.

Agy nampak sangat mengantuk, tapi sulit tidur. Banyak cara Bubu lakukan. Dari menggendong, menyeka, ganti popok, ganti baju, berjalan keliling perumahan, nenen, pakai gendongan, membedong, baca buku, peluk, dan lainnya yang biasa kita lakukan.

Setiap Bubu berusaha membuat Agy tertidur, Agy memang terlelap pada akhirnya setelah hampir satu jam Bubu berusaha. Tapi Agy selalu terbangun dan rewel setiap terlelap barang lima menit saja.

Agy kenapa? Bubu mencoba mengerti. Tapi tetap belum paham.

Hampir kesabarn Bubu diuji. Bubu coba ikhlas menjalani.

Hingga nyaris jam 10 malam, kamu memasang wajah manismu dan tertidur sangat lelap.

Akhirnyaaaaaaa Bubu bisa bernafas dan sedikit merebah. Andai Agy bisa bicara, pasti Agy bisa mengungkap apa yang sebenarnya kurang dari yang Bubu lakukan. Andai Agy bisa bicara, mungkin Agy tidak akan hanya sekedar mengeluarkan tangisan.

Semoga Bubu bisa terus belajar, berlapang dada, dibukakan hati dan pikiran untuk bisa lebih mengerti kamu dan memenuhi kebutuhanmu ya, Nak. Amin.

I love you, Sayangku.

Hug and kisses,

Bubu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *