Halo, April!

Tiga tahun yang lalu saya mengutuk Jakarta. Mengumpat dan bersumpah serapah, bahwa saya tidak akan pernah lagi menetap di ibu kota yang kejamnya seperti ibu tiri ini. Tiga tahun yang lalu saya memutuskan berhenti dari pertarungan yang entah akan memenangkan piala apa. Saya pulang dan merasa kalah. Saya pulang dan…

Terima Kasih, Jakarta!

Hidup di Jakarta itu lucu. Hari ini, saya merasa cukup nyaris putus asa. Karena? Uang. Rasanya sudah cukup lama saya tidak putus asa karena lembaran kertas bertuliskan angka itu. Tapi hari ini, rasanya cukup menekan. Sisa uang yang saya miliki hanya dua ratus ribu rupiah. Benar-benar hanya tersisa sebanyak itu,…

Paradoks Tambang dan Lingkungan

Pada awalnya saya menolak ajakan teman saya untuk menuliskan ini, karena saya selalu skeptis bahwa ada pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Teman saya tetap berkelit. Semua pengalaman saya tentang tambang hanyalah spesifik batu bara. Newmont kan bukan batu bara, katanya. Tetap saja, tambang kan? Di Belitung pun tambang timah,…

Samarinda Akibat Tambang

April 2014, saya berkunjung ke Samarinda. Kehidupan masyarakat disana menjadi serba salah, kemarau gersangnya luar biasa bikin sesak karena pertambangan, tapi ketika musim penghujan datang pun mereka harus bersiap didera banjir, karena sistem drainase alami yang seharusnya menjadi fungsi dari pohon-pohon menjadi nihil. Saya tercengang ketika menyebrangi Sungai Mahakam menuju…

Jejak Luka Bumi Dari Tambang

Lucu. Perasaan saya seperti tergelitik ketika salah seorang teman menyarankan saya untuk mengikuti kompetisi menulis yang diadakan oleh Newmont ini. Supaya saya tahu dan melihat langsung apa yang terjadi di tambang tidak sepenuhnya buruk, katanya. Haha. Alasan dia itu yang membuat saya sangat ingin tertawa. Agustus 2014 saya berkunjung ke…

Duplikat Zamzam

Mudik! Oleeeeeeee~ Tapi kali ini saya nggak sendirian, karena ini mudik terselubung. Diselubungi manipulasi pekerjaan di akhir pekan. Haha. Jadi saya bersama dua orang teman saya dari kantor di Jakarta. Sudah, nggak periu tanya kantor yang mana. Pokoknya salah satu kantor tempat saya menggali sebongkah berlian. Sampai di Bandung, kami…

Rona Merah Muda Di Sudut Kepulauan Komodo

Aku melepaskan semua beban di tubuhku, membiarkannya mengambang. Kini seluruh tubuhku mengapung di permukaan laut. Aku bernafas teratur melalui bibirku yang saling menjauh. Tenang, nyaman. Kulihat terik sinar matahari di sudut kanan atas masker menyelam yang terpasang di wajahku. Merasakan panas di udara, sambil menikmati dingin air lautan siang itu.…